PEMBELAJARAN KUANTUM (QUANTUM TEACHING) bag 2

PEMBELAJARAN KUANTUM (QUANTUM TEACHING)
Mari kita lanjutkan ulasan mengenai Pembelajaran Kuantum
http://infokerjaterbaruindonesia.blogspot.com/

B.     TAHAP – TAHAP QUANTUM TEACHING
Empat ciri dari kerangka konseptual tentang langkah-langkah pengajaran dalam quantum teaching yaitu: (1) adanya unsur  demokrasi  dalam  pengajaran; (2) adanya  kepuasan  pada  diri  si  anak; (3) adanya unsur pemantapan dalam menguasai materi atau suatu keterampilan yang diajarkan; dan (4) adanya unsur kemampuan pada seorang guru dalam merumuskan temuan yang dihasilkan si anak, dalam bentuk konsep, teori, model dan sebagainya, (De porter. B : 2004).

Model Quantum Teaching terdiri atas dua tahap, tahap pertama disebut konteks, dan tahap kedua adalah isi.
 1.    Tahap Pertama (konteks)
        Yang dimaksud dengan tahap pertama atau konteks yaitu tahap persiapan sebelum terjadinya interaksi di dalam kelas. Berhubungan dengan konteks, ada empat aspek yang harus dipersiapkan :
a.   Suasana   termasuk di dalamnya keadaan kelas, bahasa yang dipilih, cara menjalin rasa simpati dengan siswa, dan sikap terhadap sekolah dan belajar.
b.   Landasan, yaitu kerangka kerja: tujuan, keyakinan, kesepakatan, prosedur, dan aturan bersama yang menjadi pedoman untuk bekerja dalam komunitas belajar.
c. Lingkungan, yaitu cara menata ruang kelas, pencahayaan, warna, pengaturan meja dan kursi, tanaman, dan semua hal yang mendukung proses belajar.
d.   Rancangan, yaitu penciptaan terarah unsur-unsur penting yang menimbulkan minat siswa, mendalami makna, dan memperbaiki proses tukar menukar informasi.

 2.    Tahap Kedua (isi )
        Tahap kedua (isi) merupakan tahap pelaksanaan interaksi belajar, hal-hal yang berhubungan dengan bagian ini adalah:
a.   Presentasi, yaitu penyajian pelajaran dengan berdasarkan prinsip-prinsip Quantum Teaching sehingga siswa mereka dapat mengetahui banyak hal dari apa yang dipelajari. Tahap ini juga diistilahkan pemberian petunjuk, yang bermodalkan dengan penampilan, bunyi dan rasa berbeda.
b.   Fasilitas, yaitu proses untuk memadukan setiap bakat-bakat siswa dengan kurikulum yang dipelajari, dengan kata lain bagian ini menekankan bagaimana keahlian seorang pengajar sebagai pemberi petunjuk, langkah-langkah apa yang akan ditempuh untuk mengakomodasi karakter siswa.
c.  Keterampilan Belajar, yaitu bagian yang mengajarkan bagaimana trik-trik dalam belajar yang tentu berdasarkan pada prinsip-prinsip Quantum Teaching, sehingga para siswa memahami banyak hal, meskipun dalam waktu yang singkat.
d.   Keterampilan Hidup, bagian ini mengajarkan bagaimana berkomunikasi dengan efektif dengan orang lain sehingga terbina kebersamaan dalam hidup. Keterampilan hidup diistilahkan juga keterampilan sosial (Kathy Wagone 2004 )

C.      Ciri- ciri Quantum Teaching
Quantum teaching memiliki 5 ciri utama :
1.  Memiliki azas utama ”bawalah dunia mereka ke dunia kita dan antarkan dunia kita ke dunia mereka”.
2. Memiliki prinsip: segalanya berbicara, segalanya bertujuan, pengalaman sebelum pemberian nama, hargailah setiap usaha mereka, jika layak dipelajari maka layak pula dirayakan.
3.   Kerangka rancangan belajarnya memiliki strategi TANDUR (Tumbuhan, Alami,  Namai, Demonstrasai, Ulangi, Rayakan).
4. Menata konteks dengan suasana yang memberdayakan, landasan yang kokoh, lingkungan yang mendukung, rancangan belajar yang dinamis.
5. Memiliki isi: penyajian prima, fasilitas luwes, keterampilan belajar untuk belajar dan keterampilan hidup.

D.  Azas Utama Quantum Teaching
Azas utama quantum teaching adalah “bawalah mereka ke dunia kita dan antarkan dunia kita ke dunia mereka”.

“Bawalah dunia mereka ke ke dunia kita” maksudnya adalah guru perlu memasuki dunia siswa sebelum melakukan kontrak belajar dengan siswa. Adapun caranya adalah dengan mengaitkan apa yang akan diajarkan dengan sebuah peristiwa, pikiran, atau perasaan yang diperoleh dari kehidupan rumah, sosial, atletik, musik seni rekreasi, atau akademis para siswa. Setelah kaitan itu terbentuk “Antarkan dunia kita ke dunia mereka” dengan cara memberikan kepada siswa pemahaman mengenai isi dunia itu. Disinilah kosa kata baru, konsep- konsep, prinsip dan lain- lain dibeberkan.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar